semua kata hebat bila rasanya tinggi
semua kata sempurna bila jiwa serasi
tapi bila dilihatkan dinding belakangnya
kosong bikin kata sampah belaka.
kita kiaskan pula begini
sana bila pergi, budi dijaga sampai tersusun
sini bila mari, budi dijamah sampai berapi
malunya ini mengenalnya orang kita
malunya itu mempastikannya orang kita.
tapi sampai bila ini semua?
lihat lihatlah kanan dan kiri
lihatkan pula bumi yang mana kau pijaki
makin hari makin masa berangin
makin nipis makin kuman berpangkin.
hailah manusia yang disolekkan azazil
baliklah kamu ke jalan yang putih
pandanglah siapa di atas kamu
ingatlah siapa yang kamu bahukan
untuk bertopengkan yang kamu itu sebenarnya.
masa bisikannya berlagu
apa kau rasa asap yang kau hidu itu suci
apa kau rasa kulit yang kau tonjol itu murni
apa pula kau rasa kata yang kau tonjolkan itu pasti
kata makhluk merah padanya empunya diri.
istighfar dan taubat sempat diberi
atas diriNya pemurah diri
cepat cepatlah engkau menjadi
kain putih manusia mendiri.
pergilah lagi jauh orang merah
larilah lagi laju ke tanda berparah
selamatlah hambaMu, Ya Allah
mogalah sampai kau mencecah
ke atas kertas putih menjala mencacah.
*this crap dedicate for those who feels in this kind of situation. I dont mean to sarcastic, but its true. You still can turn back round, and face on the truth one. I love you*
13.12.08
6.12.08
Sampai Sini Saja
mari semua
mari kita dengarkan
rintihan seorang perempuan yang sudah putus
putus harapan
perempuan itu sekarang sedang ketawa
ketawa ketangisannya.
jadi sekarang
perempuan itu mau menguraikan
yang dia sekarang sudah tidak ada lagi
tidak ada apa?
tidak ada hati mau menunggu nunggu lagi.
perempuan itu sekarang juga mau bukukan
bukukan kisah kisah yang dulu
cinta cinta dulu yang dia tunggu tunggukan juga
paling panjang kisahnya yang itu
yang lamanya 5 tahun mandagu.
untuk ditutupkan kisah yang tak ada balasan
perempuan itu sudah penat
kernanya sampai sini sajalah
cinta yang dapat dipertahankan.
*this poem basically for those who've been waiting for the true love years by years*
mari kita dengarkan
rintihan seorang perempuan yang sudah putus
putus harapan
perempuan itu sekarang sedang ketawa
ketawa ketangisannya.
jadi sekarang
perempuan itu mau menguraikan
yang dia sekarang sudah tidak ada lagi
tidak ada apa?
tidak ada hati mau menunggu nunggu lagi.
perempuan itu sekarang juga mau bukukan
bukukan kisah kisah yang dulu
cinta cinta dulu yang dia tunggu tunggukan juga
paling panjang kisahnya yang itu
yang lamanya 5 tahun mandagu.
untuk ditutupkan kisah yang tak ada balasan
perempuan itu sudah penat
kernanya sampai sini sajalah
cinta yang dapat dipertahankan.
*this poem basically for those who've been waiting for the true love years by years*
Subscribe to:
Posts (Atom)
